Selasa, 07 Mei 2024

PERMASALAHAN SI REKAP DI PEMILU 2024, APAKAH AKAN DIPAKAI DALAM PEMILUKADA SERENTAK BULAN 11 NANTI?

KPPS menunggu aplikasi si-Rekap dapat mendaftarkan  uji coba penggunaan si-Rekap 1 secara bersamaan  Aplikasi si-Rekap merupakan aplikasi dari KPU RI yang memungkinkan program pemerintah terkait pemilu ini dikirim langsung ke pusat pemantauan. Badan ini mempunyai mekanisme pemberitahuan dan akuntabilitas yang komprehensif dan langsung kepada badan-badan khusus pemerintah pusat.

 Aplikasi ringkasan tersebut nantinya akan membantu petugas KPPS menduplikasi atau menggandakan hasil C-1  yang ada. iri-ciri Si-rekap antara lain : Aplikasi Si-rekap merupakan aplikasi yang dapat anda download di Playstore untuk memudahkan pekerjaan KPPS anda nantinya. Aplikasi ini memiliki keunggulan dalam mendeteksi kesalahan tambahan dan kesalahan lainnya sehingga memudahkan kegiatan KPPS selanjutnya.

 Aplikasi Si-Rekap harus tersedia bagi seluruh pejabat untuk menjamin kelancaran pemilu.Aplikasi ini dibuat untuk memprediksi kegiatan pemilu yang berlangsung lebih dari satu hari, serupa dengan pemilu 2019, Dan 2024 yang terjadi kemarin februarinya.

Aplikasi si-rekap ini selain bisa diakses memlui aplikasi di playsotre di hp masing-masing KPPS atau penyelenggara Pemilu, juga bisa diakses dalam bentuk link web. sebagaimana gambar di bawah ini:


 Pemilu 2019 melibatkan banyak masyarakat dan pegawai KPPS  karena banyaknya dokumen yang harus dicetak langsung ke seluruh saksi. Menulis file KPU yang ada. Proses melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk mengkoordinasikan pelaksanaan garis besar yang ada.

 Aplikasi Si-Rekap ini menginginkan KPPS  selalu siap dalam melakukan kegiatan tersebut.  Pahami juga cara menggunakan ringkasan yang ada. Pemilu yang berkualitas dan pemilu yang damai.

Dalam penggunaan si Rekap dalam membantu perhitungan cepat KPU kemarin, dinyatakan bahwa aplikasi si rekap memiliki beberapa kelemahan diantaranya:

  1. Tidak bisa membaca tulisan secara cermat dan teliti, sehingga mengakibatkan input angka yang masuk di aplikasi si-rekap berbeda dengan dengan C.1. Hal ini juga kemarin menjadi salah satu permasalahan yang diangkat pada saat sidang pilpres gugatan sengketa pemilu presiden dan wakil presiden. Namun berdasarkan dari data dan penjelasan dari TIM AHli KPU, bahwa untuk kesalahan jumlah dan kesalahan input dalam aplikasi si-rekap terbaca secara cepat, karena aplikasi secara otomatis akan menjadikan warna merah ketika ada salah perhitungan dan salah jumlah dalam formuli C.1. selain itu, KPU menyatakan bahwa aplikasi si-rekap hanya digunakan untuk penghitungan cepat KPU. sedangkan secara sah, tetap pada penghitungan suara secara sah dan masif dalam rapat paripurna KPU dari unit terkecil di kecamatan sampai kepada pusat. 
  2. Aplikasi Si-Rekap sangat loading dan tidak bisa di upload secara bersamaan. Karena aplikasi ini di gunakan oleh seluruh Indonesia KPPS nya dalam mengisi dan mengupload berkas yang ada. Nah untuk pemilukada untuk pemilian gubernur dan wakil gubernur serta pemilihan bupati dan wakil bupati, apakah akan tidak lalod, mengingat akan dilakukan secara serentak pula, namun hanya pada dua jenis pemilihan saja. 
Dengan berbagai kekurangan tersebut, diharapkan kepada KPU terkait atau pihak terkait, untuk tetap mengoptimalkan aplikasi si -rekap ini, agar mampu memberikan andil dan membantu para KPPS serta semua pihak dalam penghitungan pemilukada, dan menjadikan kegiatan berjalan lancar untuk pemilukada yang akan datang. Dengan pemilu yang damai, diharapkan semua unsur tidak akan terjadi perselisihan dan sengketa yang ada. 


Pemutakhiran Data Kependudukan yang harus selalu di UPDATE

 Halo para penjelajah data yang  sibuk memasukkan, mengunggah, dan memperbarui data.

 Kegiatan pemutakhiran data yang ada akan dilakukan secara komprehensif, antara lain pemutakhiran data kota, data perdesaan dan khususnya data kependudukan. Pemutakhiran data harus selalu dilakukan oleh aparatur pemerintah, baik pemerintah desa maupun pemerintah lainnya, khususnya data kependudukan. 

Data kependudukan merupakan data yang berubah setiap saat. Data kependudukan berdasarkan migrasi atau perpindahan dari komunitas yang ada, kelahiran, kematian dan sebagainya.

 Transfer ini mengintegrasikan transfer data kependudukan yang ada ke dalam proses administrasi yang ada. Perpindahan penduduk yang ada harus selalu dicatat dan diperbarui pada saat terjadinya. Baik untuk data profil desa, data kependudukan ibu kota, data kependudukan perkantoran, maupun data kependudukan SDDK untuk perencanaan kependudukan secara manual, SIPBM merupakan sistem kependudukan dalam format online Layanan Informasi Telekomunikasi Kabupaten dan data SDGS yang merupakan aplikasi Kementerian.

Nah, ada beberapa kendala yang dihadapi masyarakat khususnya para operator, reviewer dan pengelola SDG itu sendiri. Jaringan SDG dan aplikasi atau server online ini sebenarnya sangat bermasalah dan layanan SDG ini masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Karena aplikasi ini digunakan atau difokuskan oleh Kementerian Dalam Negeri untuk perencanaan pembangunan nasional, maka diperlukan sumber daya yang besar untuk mengoptimalkan aplikasi ini.

Data SDGS tingkat desa seharusnya selesai pada bulan Desember tahun lalu, namun hingga saat ini pemutakhiran data kependudukan tahun 2024 belum selesai dan akan diunggah kembali pada tahun 2025. Sehingga diharuskan akan ada updating data setiap tahunnya tentang kependudukan.

 Hal ini menjadi tantangan besar bagi para pengumpul data yang selalu standby di depan laptop atau Android dan selalu memiliki akses terhadap aplikasi SDGS untuk update. Segala bentuk pekerjaan, apapun sifatnya, memerlukan kesabaran, kemanfaatan, ketekunan, dan selalu dibarengi dengan ketekunan dan keteguhan hati untuk melaksanakan kegiatan yang dilakukan secara maksimal.

Selalu ada kesalahan saat memperbarui data SDGS, dan dalam beberapa kasus, data tersebut mungkin terisi dan kemudian gagal lagi saat disimpan atau dikembalikan ke halaman beranda, sehingga pengumpul data harus memulai ulang proses pengunggahan.

Tepatnya, hari ini pihak perangkat desa (dalam hal ini penulis sendiri) mengupdate data pribadi lingkungan. Ini adalah kompetensi dan tanggung jawab administrator,  Besok kita akan melihat data keluarga yang tersedia. Dan setiap harinya dijadikan selalu updating data kependudukan warga. Karena mengingat setiap kementerian memiliki pendataan yang ada, dan setiap data yang ada itu, memiliki karakteristik yang berbeda, yang dijadikan acuan dalam pengajuan perencanaan dan pembangunan desa dan masyarakat yang ada.


 



DAMKAR SERTA MASYARAKAT MENYELAMATKAN SAPI YANG TERPELESET DI SUMUR

Petugas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) berhasil mengevakuasi seekor sapi milik warga yang terpeleset dan jatuh ke dalam sumur di desa itterung k...