Senin, 20 Mei 2024

PEMELIHARAAN DARURAT DAN PREVENTIF DALAM SARANA DAN PRASARANA

Dalam pemeliharaan sarana dan prasarana terdiri atas beberapa cara memelihara dan bagian yang harus dipelihara. Dalam tulisan kali ini, kita membahas tentang pemeliharaan sarana dan prasarana terkait jenisnya. Pemeliharaan sarana dan prasarana jenis ini juga dapat dilakukan melalui pemeliharaan darurat dan preventif.


 Berikut penjelasannya: 

  • Pelayanan Kesehatan Gawat Darurat

Pelayanan kesehatan darurat adalah pelayanan kesehatan yang dilakukan secara tiba-tiba dan sewaktu-waktu, yaitu pelayanan kesehatan yang dilakukan secara tidak teratur, bukan setiap hari. Perawatan ini bersifat mendesak dan tidak boleh ditunda atau dilakukan secara rutin.

Ada beberapa bagian pemeliharaan darurat yang perlu dilakukan. Pemeliharaan darurat dilakukan terhadap sarana dan prasarana yang  mengalami kerusakan mendadak akibat bencana alam. Perbaikan bersifat sementara dan harus dilakukan dengan cepat untuk menghindari kerusakan lebih lanjut dan gangguan proses pembelajaran. 

Dilakukan secara mandiri atau dalam istilah ``ditingkatkan gotong royong'' oleh masyarakat sekitar sekolah atau oleh komite sekolah yang terdiri dari masyarakat sekitar yang menjaga orang tua siswa dan lembaga pendidikan. Perbaikan permanen harus segera dilakukan. Perawatan harus segera dilakukan artinya jika tidak segera ditindak lanjuti maka nilai tambah dan nilai manfaat dari sarana dan prasarana tersebut akan musnah dan sudah habis.

  • Pemeliharaan Preventif 

Pemeliharaan preventif hampir sama dengan pemeliharaan rutin, yaitu pemeliharaan yang direncanakan dan dilaksanakan terlebih dahulu dalam jangka waktu tertentu. Perawatan ini juga merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pemeliharaan preventif ini dilakukan misalnya sebelum infrastruktur yang ada mengalami kerusakan. Tujuannya adalah untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan tidak berfungsinya suatu sarana atau prasarana dan menjamin sarana atau prasarana tersebut beroperasi sesuai dengan kemampuannya.

Metode melakukan pemeliharaan preventif meliputi pengamatan, inspeksi, dan pelumasan mesin tertentu atau mesin lainnya. Langkah-langkah pemeliharaan preventif meliputi: 

  1. Kembangkan program pemeliharaan preventif di sekolah atau organisasi Anda. Tindakan pencegahan ini  dapat dilakukan setiap semester, atau dalam jangka waktu tertentu yang sudah disesuaikan dengan hasil rapat dan kesepakatan antara semua stake holder yang ada di lembaga tersebut. Baik lembaga pendidikan, lembaga perusahaan atau organisasi lainnya, bisnis, kuliner dan etc.
  2. Kehadiran tim pemeliharaan preventif. Pentingnya tim atau bidang tertentu dalam suatu organisasi yang memiliki tugas dalam memelihara alat dan bahan serta sarana dan prasana yang  ada dalam organisasi. Sehingga ketika ada suatu hal yang dibutuhkan akan selalu tanggap dalam pengembangan organisasi.
  3. Devolusi yang ada memungkinkan hal ini terjadi karena  tanggung jawab yang ada terbagi. Dengan adanya devolusi terhadap sarana dan prasarana yang ada menjadikan penggunaan alat sebagaimana mestinya dan tahan lama.
  4. Menetapkan jadwal tahunan kegiatan pemeliharaan peralatan dan fasilitas setiap sekolah. Hal ini guna untuk meningkatkan umur pakai dan ketahanan dari sarana dan prasarana yang ada.
  5. Terdapat laporan hasil pemeliharaan preventif yang dilakukan oleh tim pemeliharaan yang berfungsi sebagai evaluasi  pelaksanaan pemeliharaan sekolah. Laporan menjadi suatu hal yang sangat penting dlam berbagai kegiatan. tanpa adaya laporan secara tertulis dan lisan dari suatu pelaksanaan kegiatan, maka suatu kegiatan tidak dapat dikatakan telah terlaksana atau tidak. dalam laporan harus memuat, tentang dokumentasi kegiatan-kegiatan pemeliharaan yang dilakukan, apa yang diperbaiki, siapa yang melakukan perawatan atau pemeliharaan, jadwal pemeliharaan dan tindak lanjut dan hasil output dari pemeliharaan yang telah dilakukan.

Untuk meningkatkan kesadaran tentang pemeliharaan dan pengelolaan peralatan dan prasarana sekolah, penghargaan akan diberikan kepada mereka yang berhasil meningkatkan kinerja peralatan  sekolah.

 


PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA: SDM, ALAT DAN BAHAN, JENIS DAN SPESIFIKASI BARANG

Secara umum, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan: jumlah pekerja dan relawan, alat dan bahan, serta jenis dan  spesifikasi barang.



Permasalahan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut: 

A. Sumber daya manusia/tenaga relawan: 

  • Pentingnya penyediaan sumber daya manusia untuk  perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada.
  • Apabila suatu sekolah tidak memiliki atau merawat tenaga-tenaga tersebut, maka sarana dan prasarana sekolah tidak akan terpelihara dengan baik.
  • Tenaga kerja atau relawan tersebut antara lain:   
  • Guru dan siswa:  Selain menjamin proses pembelajaran, guru dan siswa juga wajib menjamin kebersihan dan ketertiban di sekolah.
  •  Gotong royong/swadaya masyarakat:  Gotong royong dan gotong royong seperti ini biasa terjadi pada lembaga pendidikan yang berada langsung di tengah masyarakat, terutama pada kegiatan perbaikan drainase dan kegiatan lain yang menjadi bagian dari komite madrasah.
  •  Pekerja Sementara dan Musiman : Tidak semua dari  pekerja sementara dan musiman ini dibutuhkan oleh sekolah, namun dibutuhkan pada waktu-waktu tertentu.
  •  Ini termasuk kegiatan seperti pembangunan gedung.
  •  Wali Sekolah atau Wali Sekolah:  Setiap sekolah wajib mempunyai Wali Sekolah atau Wali Sekolah.
  • Penjaga sekolah mempunyai tugas untuk melindungi sekolah dari berbagai hal yang tidak diinginkan, terutama perangkat elektronik.
B. Alat dan Bahan :  

alat dan bahan yang digunakan dalam pemeliharaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang ada.
  •  Alat-alat yang digunakan untuk pemeliharaan antara lain cangkul, sapu, sapu ijuk, ember, sekop, selang kain, dan sikat.
C. Jenis Produk dan Spesifikasi  Terdapat berbagai jenis lembaga pendidikan dan infrastruktur.
  •  Setiap jenis barang mempunyai jenis perawatan yang berbeda-beda.

 Apabila berbagai sarana dan prasarana  tidak dipelihara dan dikelola dengan tepat sasaran, maka hal ini tidak hanya berdampak pada tercapainya tujuan pemeliharaan sarana dan prasarana tersebut, namun juga  mempercepat kerusakan sarana dan prasarana tersebut.

Dari berbagai permasalahan yang ada, dilakukan dalam kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada. Kegiatan ini menjadi dasar dalam pemahaman tentang pentingnya sarana dan prasarana yang ada. 


DAMKAR SERTA MASYARAKAT MENYELAMATKAN SAPI YANG TERPELESET DI SUMUR

Petugas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) berhasil mengevakuasi seekor sapi milik warga yang terpeleset dan jatuh ke dalam sumur di desa itterung k...