Kamis, 16 Mei 2024

Perawatan, Tujuan, Manfaat dalam sarana prasarana pendidikan

Lembaga pendidikan sebagai lembaga yang menjadi tempat bagi anak-anak kita belajar, serta diawasi oleh orang tua, guru, kepala sekolah, komite dan masyarakat sekitar. Harus memiliki perawatan secara terus menerus. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga tempat umum, dan menjaga sarana dan prasarana yang ada agar tetap awet dan dapat digunakan setiap tahunnya oleh generasi lanjut. Lembaga pendidikan baik yang menjadi bawahan dari dinas terkait yaitu dinas kebudayaan dinas [pendidikan setempat atau pun yang menjadi kawasan dan hak penuh dari yayasan. tentunya sebagai aset negara dan aset tetap yang dimiliki oleh sekolah dan menjadi bagian yang selalu bermanfaat bagi keberlangsungan pendidikan selanjutnya. 

Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan adalah kegiatan pengelolaan dan pengkoordinasian sarana dan prasarana untuk menjamin seluruh sarana dan prasarana selalu dalam keadaan baik dan berfungsi secara optimal untuk mencapai tujuan khususnya tujuan pendidikan.

Lembaga pendidikan, baik swasta, negeri dan dari jenjang pendidikan manapun mulai dari TK, SD. SMP, SMA dan pereguruan tinggi sederajat. Tentu membutuhkan perawatan.perawatan menjadi tanggungjawab semua pihak terkait di sekolah tersebut, termasuk guru, siswa, kepala sekolah, dan komite sekolah. Namun bagi sekolah yang memiliki kapasitas yang cukup luas, alangkah baiknya, dan memang dalam layanan khusus sekolah dibutuhkannya tukang pembersih kebun, halaman sekolah dan lainnya yang upahnya diberikan berdasarkan peraturan yang ada, dalam Dana BOS yang ada, atau sesuai keputusan kepala sekolah atau kepala yayasan yang ada. Selain itu, untuk membayar tukang bersih yang dipanggil setiap minggunya untuk mengangkut atau membersihkan ruangan tertentu bisa menggunakan dari uang kas sekolah, atau uang kas kelas yag dikumpulkan oleh bendahara kelas atau wali kelas agar senantiasa menjaga kebersihan yang ada. 


Namun, Jika dilakukan untuk membayar tukang atau memberi upah kepada orang lain, alagkah baiknya jika seseorang yang ada dalam lembaga pendidikan tersebut membuat jadwal untuk melakukan piket pembersihan dan lainnya, yang tentunya tidak mengeluarkan biaya yang besar dan uang kas yang ada bisa digunakan pada kegiatan yang lain.

 Oleh karena itu, pemeliharaan adalah proses memelihara suatu produk sedemikian rupa agar tetap dalam kondisi baik secara permanen dan dapat digunakan dengan baik pada saat hendak digunakan.

  1.  Pemeliharaan lembaga dan prasarana pendidikan dibedakan menjadi dua bagian, yaitu pemeliharaan  barang  tidak bergerak dan pemeliharaan barang bergerak.
  2.  Pemeliharaan harta benda adalah pemeliharaan  terhadap bangunan dan bukan bangunan, sedangkan pemeliharaan harta benda pribadi adalah pemeliharaan yang dilakukan terhadap kendaraan bermotor.
  3.  Pemeliharaan aset yaitu pemeliharaan  gedung dan non gedung.
  4.  Pemeliharaan gedung meliputi kantor, sekolah, gedung pemerintahan, gudang, dan laboratorium.
  5.  Pemeliharaan non-bangunan meliputi instalasi air dan listrik, jalan, jembatan, pagar, sistem air dan limbah, serta lahan (ruang terbuka, kebun, taman, kebun).
  6.  Pemeliharaan seluruh sarana prasarana Education Valley akan dilakukan secara harian atau  berkala dan berkelanjutan atau berkesinambungan sesuai kesepakatan semua pihak.
  7.  Pemeliharaan barang milik pribadi meliputi pekerjaan pemeliharaan  kendaraan bermotor, genset, mesin  listrik  dan bahan bakar (mesin pemotong rumput, forklift, peralatan bengkel, peralatan kantor). Pimpinan sekolah hendaknya melakukan pengamatan cahaya secara teratur dan terus menerus.
  8.  Kondisi ruang belajar ini harus diperiksa dan segala cacat segera diperbaiki. Sebab, apabila salah satu atau lebih sarana atau prasarana yang ada dalam suatu lembaga pendidikan mengalami kerusakan ringan atau berat, maka harus dilakukan upaya perbaikan atau pemindahan jika terjadi kerusakan berat. Dan karena pendanaan diperlukan dan dikeluarkan untuk menyediakan sarana dan prasarana baru, maka diperlukan pendanaan untuk melakukan perubahan terhadap anggaran pendidikan dan anggaran sekolah yang dibuat pada tahun ini.

 Ada pula tata cara pengadaan atau penyusutan barang yang diatur dalam Peraturan dan Petunjuk Teknis Pengadaan Barang dan Jasa Kementerian Pendidikan atau Kementerian Agama, tanpa memandang lokasi atau tempat tinggal sekolah atau lembaga pendidikan.

 Ada beberapa tujuan dalam memelihara prasarana pendidikan : 

  • Mengoptimalkan umur peralatan: Hal ini dilakukan dengan pemahaman bahwa sarana dan prasarana yang dipelihara melalui pembersihan berkelanjutan akan selalu bertahan lebih lama. Sarana dan prasarana yang kami miliki beberapa unit selalu tersedia secara berkesinambungan sehingga memungkinkan kami untuk mengoptimalkan pemanfaatannya guna mendukung proses pembelajaran di sekolah kami.
  •  Sarana dan prasarana yang dipelihara dengan baik meningkatkan keselamatan dalam penggunaannya, terutama bagi siswa sekolah dan guru.
  •  Sarana dan prasarana selalu tersedia dan dalam keadaan baik apabila diperlukan.

 Selain tujuan di atas, ada juga manfaat yang diperoleh darinya. Kegiatan pemeliharaan lembaga dan prasarana pendidikan meliputi: 

Infrastruktur yang dirawat dengan baik akan bertahan lama dan tidak memerlukan biaya perolehan yang tinggi.

  •  Perawatan yang tepat berarti kerusakan yang terjadi sedikit dan biaya perbaikan dapat ditekan seminimal mungkin.
  •  Lebih mudah mengontrol inspeksi berkelanjutan dan meminimalkan hilangnya infrastruktur yang ada.
  •  Menjaga infrastruktur Anda dalam kondisi  baik dan bersih adalah hal yang menenangkan karena mengetahui bahwa pemeliharaan yang tepat akan membawa hasil yang baik.

 Dari berbagai pemaparan di atas, jelas bahwa ada beberapa bagian yang harus dilakukan dalam upaya dan proses perawatan sarana dan prasarana lembaga pendidikan.



Cara Melakukan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana

Bagi siapapun kamu yang berada dalam suatu ruangan dan bertempat tinggal didalamnya. Baik itu dalam sebuah Rumah sendiri, tempat usaha, tempat bisnis, tempat kerja, seperti kantor dan lainnya. Tentu sangat membutuhkan dan perlunya melakukan pemeliharaan. Baik pemeliharaan pada barang-barang, alat, serta berbagai fasilitas yang ada didalamnya. Agar bertahan lama digunakan dan mampu untuk terus menerus mengambil manfaat dari tempat tersebut. 


Kegiatan tersebut, bisa dikategorikan kedalam beberapa bagian tentunya, sebagaimana ketika kita melakukan atau membersihkan di rumah. Ada hal yang perlu dibersihkan setiap hari dan setiap waktunya, ada pula kegiatan yang dilakukan secara terjadwal atau terencana, dan adapula bagian yang harus dilakukan pemeliharaan atau pembersihan ketika ada kegiatan darurat atau terdesak lainnya bukan. 

Pemeliharaan barang-barang dan infrastruktur dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk pemeliharaan berkelanjutan, pemeliharaan terjadwal, pemeliharaan darurat, dan pemeliharaan preventif.

 Daalam Artikel ini diawali dengan membahas pemeliharaan berkelanjutan dan pemeliharaan terjadwal.

 Perbedaan dan langkah-langkah melakukan perawatan adalah  sebagai berikut: 

  1. Pemeliharaan Berkelanjutan  Pemeliharaan Pemeliharaan berkelanjutan adalah pemeliharaan yang dilakukan secara rutin dan harian.

  • Pekerjaan pemeliharaan tersebut dilakukan untuk:    Membersihkan puing-puing dan kotoran dari saluran air.
  • Ini adalah cara untuk mengurangi limbah dan mengurangi limpasan tanah dan limbah lainnya.
  • Tanpa perawatan rutin, tempat sampah  akan menumpuk, dan dampak lingkungan dari sampah selain  aliran air  dapat merusak pipa pembuangan dan menyebabkan sampah yang ada mengeluarkan bau yang tidak sedap.
  • Mengurangi  tumpukan sampah dan sampah pada ruangan dan lapangan. Oleh karena itu, penting bagi lembaga pendidikan dan fasilitas lainnya untuk menggunakan piket  agar seluruh ruangan dan lapangan  selalu  bersih.
  •  Lingkungan yang bersih juga mengarah pada pemikiran yang lebih sehat dan jernih.
  •  Pembersihan  kaca, jendela, kursi, meja, lemari dan lain-lain.
  •  Fasilitas tersebut tidak lepas dari apa yang kita sentuh dan apa yang ada di sekitar kita, sehingga bagian ini tidak boleh diabaikan.
  •  Debu biasanya tidak terlihat dengan mata telanjang, namun jika menumpuk akan terlihat kotor.
  •  Pemotongan rumput dan semak secara tidak teratur. Bagi institusi pendidikan, rumput dan semak yang tidak rapi dapat mengganggu pemandangan. Selain  itu,  menjadi tempat persembunyian hewan berbahaya seperti ular, nyamuk,  dan tikus.
  • Toilet adalah tempat yang memerlukan perawatan dan pembersihan terus-menerus.  Hal ini dikarenakan toilet merupakan tempat yang paling sering dikunjungi siswa dan juga nyaman bagi mereka. Toilet yang sehat berarti toilet yang bersih. Toilet merupakan salah satu tempat utama penyebaran penyakit  di sekolah
2. Perawatan Terjadwal Perawatan terjadwal adalah perawatan yang dilakukan secara berkala dan rutin  setiap saat.Perawatan rutin meliputi perawatan dan pemeliharaan berbagai hal, seperti: Pemeliharaan bangunan seperti jendela, pintu, dinding, atap, dll. Hal ini dilakukan bukan untuk membangun kembali anggaran, namun untuk memulihkan dan meng urangi dampak penyalahgunaan anggaran agar masih dapat dipertahankan. Ada beberapa bagian yang harus dilakkan dalam perawatan secara terjadwal atau sewaktu-waktu, diantaranya sebagai berkut:

  •  Perbaikan perabot (lemari, kursi, meja, dll).
  •  Perawatan Berkala: Sesuai dengan kebutuhan sarana dan prasarana tersebut, maka cukup dilakukan perawatan secara teratur atau berkala karena barang-barang tersebut terbuat dari kayu yang tahan lama.
  •  Memperbaiki genteng  yang rusak dan menyebabkan kebocoran. Hal ini untuk meminimalisir kerusakan terhadap sarana dan prasarana lainnya, karena genteng yang rusak dapat membuat peralatan  dalam ruangan  terkena air hujan sehingga  merusak atau mencemari ruangan yang ada. Perbaikan genteng, seng atau atap lainnya yang berasal dair bahan lain., harus dilakukan secara berkala dan dilakukan pengecekan, agar meminimalisir kerusakan yang lebih parah lainnya.
  •  Melakukan pekerjaan pemeliharaan pada dinding ruangan. Khususnya ini, bagi rumah tangga atau tempat/ruangan yang memiliki banyak coretan apalagi jika keluarga tersebut memiliki anak kecil yang suka menulis di tembok atau dinding, selain itu bisa karena pengapuran karena cuaca, dan lembab atau cuaca panas yang mengakibatkan lunturnya cat dinding, dan lainnya.
  •  Plester yang mudah dilepas untuk memudahkan perawatan rutin. plester ini, bisa berupa pelapis dinding atau walpaper pada ruangan tertentu yang sudah terkelupas, bisa terjadi karena faktor waktu, cuaca panas dan dingin dan kelembaban.
  •  Selalu periksa ruangan bebas dari lumpur, karena air hujan dll dapat merusak peralatan yang ada. Apalagi pada lokasi yang slelau lembab, seperti samping rumah, teras rumah dan halaman rumah lainnya.

 


DAMKAR SERTA MASYARAKAT MENYELAMATKAN SAPI YANG TERPELESET DI SUMUR

Petugas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) berhasil mengevakuasi seekor sapi milik warga yang terpeleset dan jatuh ke dalam sumur di desa itterung k...