Sabtu, 19 April 2025

KOMPETENSI GURU BERBASIS ITE

Perdebatan mengenai masalah pendidikan tidak  ada habisnya.

Sebab, proses pertumbuhan manusia  tidak ada habisnya, sehingga perlu terus ditingkatkan rasa ingin tahunya agar sumber daya manusia yang ada tidak mampu bersaing dengan lingkungan dan pembangunan. Ketika fungsi dan sumber daya manusia pernah ada, robot dan mesin telah mengambil alih peran pelaksanaan tugas.

Masalah terbesar dalam pendidikan  selain pembelajaran guru dan pengembangan kemampuan siswa melalui proses pengajaran adalah pengembangan kemampuan guru. Kita tahu bahwa guru harus mempunyai kompetensi pedagogik,  sosial, personal dan profesional dalam pengembangan dirinya. Hal tersebut juga harus dibarengi dengan keterampilan dalam menangani informasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi  telah merambah berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Pendidikan tanpa teknologi berarti proses pembelajaran  tidak berkembang. Proses perkembangan saat ini juga memerlukan proses pembelajaran dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi berupa media dan sumber pembelajaran seperti: Penggunaan LCD, proyektor, PPT, kertas naskah, dll.



Karena memudahkan proses pembelajaran bagi guru dan siswa, serta siswa dapat lebih mudah memahami pembelajaran melalui contoh audiovisual.

Selain  itu, proses penilaian juga memperlancar proses pembelajaran berbasis teknologi, seperti yang  kita ketahui bahwa seluruh ujian semester, ujian kenaikan kelas, dan ujian akhir dilaksanakan dalam satu aplikasi yang terintegrasi di kantor pusat, sehingga nilai dan jawaban dapat diukur sedini mungkin, dan tentunya segera setelah anak mengerjakan pekerjaan.

Motivasi Guru  dan Video yang Menampilkan Praktik Baik dalam Proses Pembelajaran di Platform Merdeka Mengajar Aplikasi pemantauan proses  ujian ini memungkinkan guru  memantau hasil ujian siswanya menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Namun, dalam praktiknya, beberapa guru tidak dapat melaksanakan tes mandiri kepada siswanya tanpa kerja sama dari administrator sekolah yang memantau hasil tes.

Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman sebagian guru dalam menjalankan tugasnya dan perlunya peningkatan kapasitas pelatihan guru bagi guru di sekolah dan madrasah. Atas dasar hal tersebut, beberapa Dinas Pendidikan daerah atau Kementerian Agama berupaya memberikan pelatihan, bimbingan dan keterampilan untuk kegiatan yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah pada pelatihan awal.

Selain itu, jumlah sekolah di suatu wilayah juga banyak sehingga pelatihan yang diikuti ratusan peserta tidaklah optimal. Oleh karena itu, salah satu strategi sektor pendidikan terkait adalah membagi proses pelatihan menjadi beberapa minggu.

Misalnya, tingkat pelatihan dibagi menjadi tiga kecamatan di beberapa sekolah. Proses pelatihan berlangsung beberapa hari dan memerlukan jadwal yang sangat padat untuk melakukan kegiatannya. Proses pembelajaran kemudian diawali dengan memikirkan aplikasi-aplikasi yang perlu diketahui oleh guru di sekolah dan madrasah.

Apalagi proses pelatihan ini diawasi langsung oleh  dinas pendidikan dan tenaga ahli yang berkompeten di bidangnya. Salah satu tugas guru profesional selain mengajar adalah menyebarluaskan dalam bentuk catatan harian atau laporan dalam bentuk akun guru yang memuat seluruh data  dan hasil kinerja guru selama menjabat. Ini juga merupakan evaluasi kinerja antara guru dan guru mengenai peningkatan keterampilan yang dicapai.

Selain itu, seluruh guru diharapkan berlomba-lomba membuat dan memperbarui berbagai kerangka, sertifikat, kartu anggota, papan, dan lain-lain sebagai dasar kenaikan kelas, termasuk guru yang berkualifikasi PNS.

Mengungkap pentingnya peran teknologi dalam kehidupan  pendidik. Kompetensi ITE  sangat penting bagi guru dan dapat sangat bermanfaat  dalam melatih dan menunjang kinerjanya sebagai guru.

 


Jumat, 18 April 2025

Menghadirkan Majelis Taklim Di Desa sebagai Upaya Penciptaan generasi Patuh Agama

Keberadaan Majelis Taklim  Desa untuk Meningkatkan Kegiatan Keagamaan Majelis Takli merupakan salah satu organisasi yang didirikan atas dasar umat beragama yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

 Majelis Takrim merupakan organisasi dari pusat hingga pelosok desa yang dibentuk dengan badan penghubung Dewan Taklim Kecamatan dan diatur oleh Pengurus Daerah Cabang Majlis Taklim yaitu Ibu Darma Wanita, Ketua KUA Daerah.kemudian dilantik oleh Kepala Dinas Kabupaten Mejelis Taklim yaitu  Bupati, hadir sebagai organisasi dan membangun silaturahmi antar warga desa, dusun, dan kelurahan.

Majelis Taklim ini berfungsi sebagai organisasi keagamaan dengan beragam struktur organisasi dan kegiatan. Sebagai organisasi berbasis desa, anggota organisasi ini adalah warga dari berbagai penjuru desa. Dewan Taklim ini sebagai berikut: Dewan Pembina terdiri dari Kepala Desa Babinsa, Babinkamti Mas, Terdiri Imam Desa, Ketua PKK Dewan Perwakilan : Dosen Pengurus Harian : Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara.

Bidang : 

  1. Bidang 1 : Bidang Organisasi dan Pengembangan Kelembagaan 
  2. Bidang II : Dakwah 
  3. Bidang III : Pendidikan dan Pelatihan 
  4. Bidang IV : Masyarakat dan Kemasyarakatan 
  5. Bidang V : Ekonomi dan Kerjasama 
  6. Bidang VI : Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan 

Akan ditambahkan pada TTD, Pengurus Kecamatan yaitu Ketua dan Sekretaris serta tembusan kepada Pengurus Wilayah BKMT Kabupaten/Kota, 

Badan Pertimbangan Pengelolaan BKMT Desa dan semua pihak yang terkait.

Kehadiran jemaah Takrim di desa tersebut memberikan warna tersendiri, diantaranya dengan dihidupkannya kembali masjid  dengan berbagai kegiatan jemaah Takrim.

Seperti drama membaca. Belajar, bertukar pikiran, silaturahmi dan gotong royong dalam membersihkan masjid. Selain  itu, penganut Takrim juga diberi ruang untuk tampil di masjid-masjid yang ada di wilayah perkampungan, sering mempertunjukkan berbagai aktivitas seperti salawat, nasyid,  dan rebana.

Selain itu kegiatan jamaah taklim tidak hanya kegiatan di mesjid saja namun juga kegiatan lainnya seperti shalawat di pesta pernikahan, acara Aqiqah Tashala Kulan, acara pindah rumah dan acara Tasha Lakltan lainnya di wilayah desa.

Selain pemerintah menarik perhatian  terhadap kehadiran dewan Takrim dengan menyediakan ruang untuk berkumpulnya Takrim, dewan Takrim juga digunakan di seluruh kecamatan, misalnya di ruang kegiatan dan blok kamp untuk peringatan hari ke-17 di bulan Agustus ruang kompetitif untuk berkumpul.

Dalam wilayah kecamatan. Dewan Taklim  memberikan wadah bagi perempuan di desa  dan merevitalisasi masjid, karena kehadiran perempuan dan masyarakat mendorong partisipasi dan partisipasi dalam kegiatan keagamaan.

Dewan Taklim bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama penduduk setempat, dan jauh berbeda dengan kajian agama tetangga.

 Selain  itu,  kegiatan jamaah Taklim desa juga memberikan kurikulum pembelajaran tentang rumah, mengasuh anak, fiqh, muammarah, ekonomi, keluarga, siksa neraka dan nikmat surga yang merupakan topik-topik yang sangat penting dalam kerukunan Masuk. Seiring dengan kehidupan lokal. Hal ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari saling mengingatkan.

Keberadaan jemaah Takrim ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam penyebaran gagasan keagamaan dan tetap terpeliharanya etika keagamaan serta keberagaman umat Islam di suatu wilayah tertentu.

Dewan Taklim beranggotakan perempuan-perempuan yang dianggap sebagai pejuang sejati atau orang-orang yang tak terkalahkan, menjadikan Dewan Taklim sebagai organisasi yang dinamis dan dinamis serta relevan dengan perkembangan zaman. Namun dengan hadirnya silaturahmi takrim ini juga harus diperhatikan agar tidak mengganggu aktivitas ibu-ibu rumah tangga sehingga meninggalkan tugasnya sebagai ibu rumah tangga dan ibu di rumah serta mengasuh anak.



Hal-Hal Penting Dalam Merumuskan Visi Organisasi Organisasi BKMT hanya dapat terbentuk apabila mempunyai tanggung jawab.

Merumuskan visi organisasi adalah langkah penting untuk memberikan arah yang jelas dan tujuan jangka panjang yang dapat menginspirasi anggota organisasi. Dalam konteks organisasi seperti BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim), yang biasanya berfokus pada pengembangan dakwah dan pemberdayaan umat, beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam merumuskan visi adalah:

  1. Pemahaman terhadap Tanggung Jawab Organisasi: Organisasi BKMT harus jelas memahami tanggung jawabnya terhadap masyarakat dan umat. Tanggung jawab ini meliputi peran dalam memberikan pendidikan agama, pembinaan moral, dan pemberdayaan sosial. Tanpa pemahaman yang jelas mengenai tanggung jawab tersebut, visi organisasi dapat menjadi kabur atau tidak relevan dengan tujuan yang ingin dicapai.

  2. Keterlibatan Anggota: Sebuah visi organisasi harus melibatkan seluruh anggota dalam proses perumusan dan implementasinya. Organisasi BKMT harus memastikan bahwa visi yang dirumuskan bisa menginspirasi setiap individu untuk berkontribusi aktif, baik dalam bentuk waktu, tenaga, maupun ide.

  3. Kesesuaian dengan Nilai-Nilai Agama: Karena BKMT berfokus pada pengembangan dakwah Islam, visi yang dirumuskan harus mencerminkan prinsip-prinsip agama yang sesuai dengan ajaran Islam. Visi ini seharusnya mengarah pada perbaikan moral dan sosial masyarakat, serta upaya meningkatkan kualitas kehidupan umat.

  4. Jelas dan Terukur: Visi organisasi haruslah jelas, spesifik, dan dapat diukur pencapaiannya. Ini berarti visi tersebut harus mencakup tujuan yang konkrit dan realistis yang dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu, serta ada indikator yang bisa digunakan untuk menilai kemajuan.

  5. Keterpaduan dan Kolaborasi: Merumuskan visi organisasi juga memerlukan kolaborasi antar berbagai pihak dalam organisasi tersebut. Setiap anggota harus merasa memiliki visi yang sama dan bekerja sama dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Ini menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kemajuan organisasi.

  6. Daya Dukung dari Sumber Daya: Visi yang rumuskan perlu disesuaikan dengan kemampuan dan sumber daya yang ada, baik itu sumber daya manusia, finansial, maupun materiil. Tanpa adanya dukungan yang cukup, visi organisasi mungkin sulit untuk diwujudkan.

  7. Kepemimpinan yang Visioner: Kepemimpinan dalam BKMT harus memiliki kemampuan untuk melihat jauh ke depan dan merumuskan visi yang tidak hanya relevan untuk masa sekarang, tetapi juga untuk masa depan. Pemimpin yang visioner mampu mengarahkan dan memotivasi seluruh anggota organisasi menuju pencapaian tujuan bersama.

Dengan fokus pada tanggung jawab ini, BKMT dapat merumuskan visi yang bukan hanya ambisius, tetapi juga dapat diimplementasikan secara efektif dalam meningkatkan kualitas kehidupan umat dan masyarakat pada umumnya.

DAMKAR SERTA MASYARAKAT MENYELAMATKAN SAPI YANG TERPELESET DI SUMUR

Petugas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) berhasil mengevakuasi seekor sapi milik warga yang terpeleset dan jatuh ke dalam sumur di desa itterung k...