Selasa, 29 April 2025

MEKANISME PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

SPPT atau biasa disebut Surat Perintah Membayar Tanah/Bangunan ini sering disebut dengan 'pensiun' sejak zaman Belanda, ketika kata sewa tanah berasal dari bahasa Belanda yang berarti pajak yang dibayarkan oleh penduduk setempat. Proses pembayaran SPPT selama ini kurang optimal setiap tahunnya.

Sebab, sebagian besar tanah belum terdaftar sebagai akta tanah, atau warga belum mempunyai kepemilikan  sah atas tanah yang dikelolanya. SPPT diterbitkan oleh Badan Pendapatan Daerah Kabupaten/Kota dan disalurkan ke  desa dan kelurahan masing-masing. Masing-masing terdiri dari beberapa hal: Daftar Set Penilaian dan Pembayaran atau disingkat DHKP. Perintah pembayaran yang terdiri dari dua bagian dengan bagian yang sobek.

Satu untuk pengelola barang/bangunan dan satu lagi sebagai  bukti pembayaran kepada pemerintah desa/kecamatan atas seluruh jumlah yang dimasukkan dan diterima dalam proses pembayaran SPPT ini. Tanda Terima Harian Pajak Bumi dan Bangunan  memuat empat bagian: Lembar 1 Untuk Desa/Kelurahan Lembar 2 Untuk Bapenda Lembar 3 Untuk Kecamatan Lembar 4 Untuk Bank.

Disingkat Surat Tanda Terima Setoran  atau  STTS, terdiri dari tiga bagian. Dikurangkan berdasarkan tanda sebagai berikut: 

  • Desa/Kerurahan Lembar ke-1  Bapenda Lembar ke-2 Bank Lembar ke-3. Ini adalah bagian yang diambil alih oleh  pemerintah daerah dalam memungut pajak konstruksi.
  • Rencana Pembagian Pajak  Setiap tahunnya, pajak akan disalurkan kepada pemerintah daerah wakil daerah melalui mekanisme sebagai berikut: Mulai bulan April, pajak akan disalurkan kepada pemerintah daerah wakil daerah.
  • Pada bulan Mei dilakukan pendistribusian ke desa atau kelurahan setempat, dimana desa mengumpulkan data DHKP yang ada  dan mengatur secara lengkap SPPT bagi warganya masing-masing. Hal ini menjadi tanggung jawab masing-masing kepala desa. Pasalnya, walikota setempatlah yang  mengetahui secara pasti properti dan bangunan apa saja yang ada di wilayahnya masing-masing.
  • Pajak dipungut dari penduduk dari bulan Juni sampai September.

Diketahui, besaran pajak  masing-masing desa berbeda-beda tergantung luas  tanah dan bangunan yang terdaftar di Bapenda sebagai aset yang dikelola oleh warga  wilayah desa/kelurahan tersebut. Perlu diketahui bahwa SPPT ini merupakan tanggung jawab daerah, sehingga bisa berupa tanah yang  berada di wilayah tertentu, tanah milik warga desa atau kecamatan tetangga, atau bahkan tanah yang terletak di kabupaten lain.


Selain  itu, pajak yang  dipungut oleh kepala desa masing-masing disimpan di perangkat desa pada bagian "Keuangan Desa" untuk dicatat lebih lanjut berdasarkan jumlah yang diterima beserta pajak yang  dipungut dari masing-masing desa. Selain itu, dana yang terkumpul disimpan di bank lokal bersama dengan ``STTS,'' sebuah buku besar yang mencatat pajak harian  dan pendapatan real estat sesuai dengan jumlah  yang dikumpulkan.

Meski pembayaran pajak daerah sudah selesai pada akhir bulan September, namun beberapa kepala desa dan camat terkadang mengeluh keras karena SPPT tidak dibayarkan oleh warga, terutama di wilayah yang cakupannya sangat luas. Jumlah tersebut hampir sepertiga dari penambahan jumlah SPPT dalam DHKP di setiap desa.

Oleh karena itu, diperlukan kerjasama seluruh perangkat desa/kelurahan dalam memproses pembayaran pajak bumi dan bangunan yang ada. Selain  itu, kita perlu mengedukasi masyarakat akan pentingnya SPPT ini dalam pengelolaan tanah dan bangunannya, serta menyadarkan masyarakat untuk mencari sendiri dan menghubungi langsung  kantor desa untuk melaporkan pajaknya.

 Mengapa September? Sebab, selain  desa yang pembayaran pajaknya dinilai oleh pemerintah kecamatan, pemerintah kecamatan juga selalu diawasi oleh pemerintah kabupaten dalam hal pengawasan pajak  dari pajak bumi dan bangunan tersebut. Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota atau PAD. Ini dapat  dikelola kembali dan digunakan untuk pembangunan  kabupaten dan kota.

 


Senin, 28 April 2025

ALASAN DIBALIK KESERINGAN MENULIS

MENULIS atau BERBICARA?

Koherensi dalam menulis adalah seni pengendalian diri Sesuatu yang terungkap dalam bahasa lisan atau tulisan dan dipadukan menjadi suatu pernyataan atau kalimat memberikan makna pada sesuatu. Meski secara tidak langsung, berbagai idiom digunakan dalam seni menulis. Contohnya termasuk hiperbola yang membesar-besarkan peristiwa, metafora dan bentuk tata bahasa lainnya, serta baraka Arab dan teknik berbicara.

Saran atau kritik terhadapnya bukan merupakan kriteria untuk mengatakan bahwa penulis tidak memikirkan apa yang ditulis tentang pola permasalahan yang muncul. Namun beberapa unsur tema penulis dalam menyelesaikan artikelnya adalah: Tema berdasarkan pengalaman penulis: 

  • Keikutsertaan dalam pertemuan, arisan, undangan, dan sebagainya topik berasal dari lingkungan rumah, lingkungan tetangga, lingkungan desa, dalam desa, atau lingkungan penulis yang lebih umum.
  • Tema muncul dari cerita dan permasalahan orang-orang disekitar pengarang, kepada siapa pengarang dapat curhat.
  • Dan cerita ditulis mengenai masalah tersebut tanpa menjelaskan siapa yang mempunyai masalah.
  • Dan tentunya masih banyak bahasa yang lebih sederhana dan formal yang digunakan, dan tidak jarang  penulis menambahkan beberapa ungkapan pemikiran pribadi pada prolog atau monolog tertentu.
  • Tema lahir dari imajinasi penulis sendiri.
  • Tentang harapan akan kehidupan yang bermakna dan impian di masa depan.
  • Anda dapat mengkategorikan beberapa topik tersebut dengan membaca Alasan Topik 1 dan Alasan Topik 2.
  • Namun topik 3 dan 4 sulit untuk dikategorikan, apalagi jika Anda tidak mengenal penulisnya secara langsung.
  • Penulis mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata di artikel seperti ini.

Hal ini dikarenakan penulis yakin bahwa  tujuan penulisan dan ketepatan makna yang disampaikan akan menjadi sumber pengetahuan sumber daya manusia di masa depan. Dalam waktu dekat dan di masa depan  Ada beberapa alasan positif yang menyarankan agar seseorang menulis dan mengutarakan pendapatnya dari waktu ke waktu.



Menulis adalah cara formal untuk mengungkapkan perasaan seseorang terhadap sesuatu. Menulis adalah seni mengkomunikasikan gagasan melalui artikel. Dan tidak semua orang mempunyai kemampuan ini. Hanya orang-orang tertentu yang menghabiskan waktu luangnya dengan menulis. Orang-orang seperti ini diyakini lebih kreatif dalam menghadapi stres dan kebosanan dalam kehidupan sehari-hari.

Menulis sebagai sarana hiburan bagi jiwa introvert yang tidak bisa mengandalkan orang lain karena kurang percaya diri bisa bermanfaat baik dari segi jejak digital yang baik maupun dari segi imbalan materi dan rasa hormat dari orang lain. Tulisan dalam bentuk artikel dan ide menimbulkan rasa frustasi untuk menarik perhatian dan simpati orang lain, yang lebih bermanfaat dibandingkan curhat di media sosial yang banyak menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri dan orang lain. di atas menjelaskan perbedaan antara menulis dan melampiaskan.

Bedanya yang juga sangat kentara adalah menulis diperuntukkan bagi orang-orang kreatif untuk mengekspresikan emosinya, sedangkan mengandalkan media sosial  untuk menarik perhatian dan simpati  pembaca dan lain sebagainya. Artinya mengungkapkan rasa malu atas kekurangan diri sendiri. Tidak semua orang yang membaca menulis dengan cara yang sama seperti yang kita berikan kepada penulis.

Namun tidak semua orang mampu bersuara dan mengungkapkan keprihatinannya sebagai bentuk perlindungan, meskipun hal tersebut dapat menjadi sarana penyebaran informasi. Ini adalah  komunikasi dua arah antara pembaca dan pembaca, jadi Anda perlu menjangkau masyarakat umum. Anda juga bisa curhat  di media sosial atau dengan orang lain, seperti teman atau keluarga.

 


DAMKAR SERTA MASYARAKAT MENYELAMATKAN SAPI YANG TERPELESET DI SUMUR

Petugas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) berhasil mengevakuasi seekor sapi milik warga yang terpeleset dan jatuh ke dalam sumur di desa itterung k...